“Aneh,” pikirnya.
Perempuan itu mengerjapkan mata.
Tak hanya sekali ….
Seakan-akan, dia baru bangun dari mimpi yang sangat panjang. Bola matanya tak bergerak, menerawang bayangan yang selalu mengurungnya dengan kata-kata tak nyata.
Perempuan itu mengerjapkan mata.
Berulang kali ….
Seakan-akan, dia belum bisa terjaga dari sesuatu yang selalu menjadi tanya seluruh jiwa raganya.
Perempuan itu mengerjapkan mata.
Sekali lagi ….
Seluruh sel-sel di kepalanya membujuk akal sehat untuk mulai mengumpulkan nyawa yang beterbangan, mencari-cari jalan pulang.
“Aneh,” ucapnya lirih.
Perempuan itu menutup wajahnya. Kepalanya memutar ke kanan dan ke kiri, kira-kira 180 derajat. Seperti layar kapal yang dimainkan angin kencang dari buritan. Sulit mencari arah tujuan.
Perempuan itu memejamkan mata. Mencoba menelan semua rasa yang selalu membuat detak jantungnya bertalu-talu atau mendadak berhenti.
Perempuan itu masih memejamkan mata. Kesadarannya dihanyutkan sang waktu. Perlahan-lahan, hadir jawaban-jawaban seperti potongan puzzle yang hampir tersusun utuh.
Perempuan itu membuka matanya. Gambar-gambar yang muncul dari alam bawah sadar memutar ulang dengan sendirinya. Memberikan efek rasa tawar bagi seluruh ingatan yang ada. Sedikit demi sedikit, pesan-pesan ghaib itu pun memulihkan keberadaan diri
sejatinya.
Nun dari kejauhan, sayup-sayup terdengar senandung mendayu-dayu (alias lagu dangdut) ….
…
Mengapa kau datang, lalu pergi lagi
…
Mengapa kau datang, hanya dalam mimpi
Tiba-tiba, perempuan itu menghembuskan napasnya dengan sekali sentakan.
“PUIH! DASAR MIMPI …!!!” teriak perempuan itu sambil mengantungi tawa di mulutnya yang hampir-hampir menguap.
***