Perjalanan Panjang Pangeran Negeri Bunga

Pangeran Negeri Bunga di Bologna Children's Bookfair 2015

Pangeran Negeri Bunga di Bologna Children’s Bookfair 2015

Kurang lebih sepuluh atau sebelas tahun lalu, naskah Pangeran Negeri Bunga saya tulis, dengan judul Pangeran Bunga. Mula-mula, saya upload di internet dalam bentuk teks yang diterbitkan di sebuah blog. Tidak sedikit para netizen yang meng-copy paste untuk diposting di blog mereka masing-masing, beberapa masih menyertakan link atau nama saya sebagai penulisnya.

Pada 2014, naskah itu bertemu dengan kesempatan yang diberikan oleh Pelangi Mizan khususnya Kang Iwan Yuswandi, Mas Barhen Albar, dan Mbak Sari Meutia, untuk diterbitkan dalam bentuk boardbook. Rasanya senang sekali. Lebih senang lagi, ilustrator buku ini seorang pelukis ternama dan saya sangat suka karya-karyanya, Mariam Sofrina. Dia mengilustrasikan cerita ini berlatar tatar Parahyangan yang sangat indah dan detail, pakaian adat sunda seperti kabaya, ikat, dan pangsi juga lengkap dengan rumah panggung.

Ada sebuah “kebetulan yang sangat memikat pikiran saya :)”. Pada naskah aslinya, saya menuliskan bahwa Pangeran Bunga pergi ke Negeri Langit dan juga pergi ke Negeri Bumi untuk membantu orang-orang yang memerlukan pertolongan. Setelah saya telusuri dari berbagai sumber, rupanya rumah panggung dalam budaya sunda bermakna manusia harus hidup seimbang jangan terlalu melangit dan jangan terlalu membumi, kearifan budaya lokal yang sangat menarik :). Namun, saya baru mengetahui hal tersebut setelah bukunya terbit dan teks tersebut sudah saya edit dan diganti dengan pilihan kata yang lain 😀

Pada 2014 dan 2015, boardbook Pangeran Negeri Bunga pun melakukan perjalanan panjang untuk hadir di Frankfurt Bookfair 2014 dan Bologna Children’s Bookfair 2015. Perjalanan pun belumlah berakhir, masih banyak tempat-tempat yang hendak dikunjungi Pangeran Negeri Bunga… 🙂